Ketika mendengar bisnis hotel, banyak orang langsung membayangkan pembangunan gedung dari awal.
Padahal, bisnis hospitality tidak selalu harus dimulai dengan membangun properti baru.
Ada beberapa model yang dapat digunakan untuk memulai bisnis dengan memanfaatkan properti yang sudah tersedia.
Model ini menarik karena dapat memberikan alternatif bagi orang yang ingin masuk ke industri hospitality.
Menggunakan Properti yang Sudah Ada
Salah satu pilihan adalah menggunakan bangunan existing.
Bangunan tersebut kemudian direnovasi dan disesuaikan dengan konsep hotel atau penginapan.
Cara ini dapat mengurangi pekerjaan pembangunan dari awal.
Namun, kondisi bangunan harus diperiksa secara menyeluruh.
Struktur, instalasi listrik, air, akses, kamar mandi, hingga kebutuhan renovasi perlu diperhitungkan.
Sistem Sewa Properti
Model lainnya adalah menyewa properti dalam jangka waktu tertentu.
Pemilik bisnis kemudian mengelola properti tersebut sebagai akomodasi.
Model ini sering disebut sebagai pendekatan lease atau sewa operasional.
Keuntungannya adalah pelaku bisnis tidak harus membeli properti.
Namun, perhitungan harus dilakukan dengan hati-hati karena biaya sewa tetap harus dibayar.
Pendapatan hotel juga bisa mengalami perubahan berdasarkan musim dan tingkat hunian.
Kerja Sama dengan Pemilik Properti
Model kerja sama juga bisa menjadi alternatif.
Pemilik properti menyediakan bangunan atau aset. Pengelola menyediakan konsep, operasional, pemasaran, dan manajemen.
Pembagian pendapatan kemudian disepakati berdasarkan perjanjian.
Model seperti ini membutuhkan kontrak yang jelas.
Hak dan kewajiban masing-masing pihak harus dijelaskan sebelum bisnis berjalan.
Hotel Management
Ada juga model pengelolaan hotel oleh pihak profesional.
Pemilik properti tetap memiliki aset, sementara operasional hotel ditangani oleh perusahaan manajemen.
Pihak pengelola biasanya menangani berbagai aspek.
Mulai dari pemasaran, reservasi, standar pelayanan, housekeeping, hingga laporan operasional.
Model ini dapat digunakan oleh pemilik properti yang tidak ingin menangani operasional sehari-hari.
Mengubah Properti Menjadi Villa
Tidak semua properti harus dijadikan hotel.
Rumah, bangunan, atau properti tertentu bisa dikembangkan menjadi villa jika karakter lokasinya mendukung.
Villa dapat menawarkan konsep yang berbeda.
Misalnya private pool villa, family villa, honeymoon villa, atau villa dengan konsep alam.
Konsep tersebut kemudian disesuaikan dengan karakter calon tamu.
Yang Perlu Diperhatikan
Memulai bisnis hospitality tanpa membangun dari nol bukan berarti tanpa risiko.
Perjanjian penggunaan properti harus jelas.
Perizinan, renovasi, biaya operasional, pemasaran, dan pembagian pendapatan juga harus dihitung.
Selain itu, perlu diperhatikan apakah lokasi memang memiliki permintaan akomodasi.
Properti yang bagus belum tentu otomatis menjadi bisnis hospitality yang bagus.
Kesimpulan
Bisnis hotel dapat dimulai melalui berbagai model.
Menggunakan properti existing, menyewa bangunan, bekerja sama dengan pemilik aset, atau menggunakan jasa manajemen merupakan beberapa alternatif.
Pilihan terbaik bergantung pada kondisi properti, modal, lokasi, target pasar, dan kemampuan pengelolaan.
Yang terpenting adalah menghitung model bisnis secara menyeluruh sebelum membuat keputusan.
