Perilaku wisatawan berubah seiring perkembangan teknologi.
Sebelum memilih hotel atau villa, calon tamu kini dapat melakukan banyak riset melalui internet.
Mereka bisa melihat foto, membaca ulasan, membandingkan harga, hingga mencari lokasi melalui peta digital.
Karena itu, kehadiran digital menjadi bagian penting dari bisnis hospitality.
Website Menjadi Aset Digital
Hotel atau villa sebaiknya memiliki website yang informatif.
Website dapat menampilkan kamar, fasilitas, lokasi, harga, galeri, FAQ, dan cara reservasi.
Website juga dapat menjadi sumber informasi resmi bagi calon tamu.
Selain itu, halaman website dapat dioptimalkan agar muncul ketika seseorang mencari akomodasi di lokasi tertentu.
Manfaat Google Business Profile
Google Business Profile membantu bisnis muncul di Google Search dan Google Maps.
Informasi seperti alamat, jam operasional, foto, nomor telepon, dan ulasan dapat dilihat calon pelanggan.
Profil tersebut harus diperbarui secara berkala.
Foto baru dan informasi yang akurat dapat membantu calon tamu mendapatkan gambaran mengenai properti.
Jangan Abaikan Ulasan Pelanggan
Ulasan merupakan bagian penting dalam keputusan booking.
Tamu biasanya ingin mengetahui pengalaman orang lain sebelum memilih akomodasi.
Karena itu, pengelola perlu memperhatikan kualitas pelayanan.
Tamu yang mendapatkan pengalaman baik memiliki alasan untuk memberikan ulasan positif.
Sebaliknya, keluhan yang tidak ditangani dapat memengaruhi persepsi calon pelanggan.
Gunakan Media Sosial Secara Strategis
Media sosial dapat digunakan untuk memperlihatkan pengalaman menginap.
Konten tidak harus selalu berupa promosi harga.
Video suasana kamar, pemandangan, fasilitas, aktivitas sekitar, hingga rekomendasi wisata dapat menjadi konten menarik.
Pendekatan seperti ini membuat akun hotel atau villa terasa lebih informatif.
WhatsApp untuk Reservasi
WhatsApp dapat menjadi saluran komunikasi yang praktis.
Calon tamu bisa bertanya mengenai harga, ketersediaan, fasilitas, maupun lokasi.
Respons yang cepat dapat membantu mengurangi kemungkinan calon pelanggan berpindah ke properti lain.
Penggunaan template pesan juga dapat membuat proses komunikasi lebih efisien.
Manfaat Sistem Booking
Hotel dengan jumlah kamar lebih banyak membutuhkan sistem reservasi yang lebih terstruktur.
Sistem booking dapat membantu mengurangi kesalahan pencatatan.
Data reservasi juga dapat digunakan untuk melihat periode ramai, tipe kamar yang banyak diminati, dan pola pelanggan.
Data tersebut kemudian dapat digunakan untuk membuat strategi bisnis.
Kombinasikan OTA dan Direct Booking
Online Travel Agent atau OTA dapat membantu properti mendapatkan exposure.
Namun, hotel dan villa juga dapat membangun saluran direct booking.
Website, WhatsApp, dan media sosial dapat digunakan untuk membangun hubungan langsung dengan pelanggan.
Kombinasi beberapa channel membuat strategi distribusi kamar menjadi lebih fleksibel.
Kesimpulan
Digitalisasi bukan lagi sekadar tambahan dalam bisnis hotel dan villa.
Website, Google, media sosial, WhatsApp, OTA, dan sistem reservasi dapat menjadi bagian dari ekosistem bisnis.
Teknologi tidak menggantikan pelayanan.
Justru teknologi dapat membantu pengelola memberikan pengalaman yang lebih mudah sejak calon tamu mencari informasi hingga selesai menginap.
